Menu

Mode Gelap
SMPN 1 Muara Teweh Buka PPDB Tahun Ajaran 2026/2027, Pendaftaran Gratis dan Bisa Dilakukan Online Sekda Barito Utara Hadiri Apel Karhutla, Pemkab Barito Utara Perkuat Sinergi Hadapi El Nino Godzilla Reses di Kota Muara Teweh, Anggota DPRD Kalteng Sirajul Rahman Bahas Kewirausahaan Berbasis Kerakyatan Bupati Barito Utara Percepat Operasional Koperasi Merah Putih, Target Kuatkan Ekonomi Desa Wakil Bupati Barito Utara Hadiri Ground Breaking Jembatan Garuda Kodam XXII/Tambun Bungai, Tegaskan Komitmen Pemerintah Barito Utara untuk Infrastruktur yang Merata Wakil Bupati Barito Utara Hadiri Pelantikan Direksi dan Komisaris Baru PT Mitra Batara Sarana Mandiri, Harap Tingkatkan Layanan BBM dan PAD

DPRD Kalteng

Reses di Kota Muara Teweh, Anggota DPRD Kalteng Sirajul Rahman Bahas Kewirausahaan Berbasis Kerakyatan

badge-check


					Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Sirajul Rahman, S.Hut., M.I.Kom, memberikan penjelasan saat reses perorangan bertema kewirausahaan berbasis kerakyatan di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Selasa (14/4/2026). Perbesar

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Sirajul Rahman, S.Hut., M.I.Kom, memberikan penjelasan saat reses perorangan bertema kewirausahaan berbasis kerakyatan di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Selasa (14/4/2026).

INFOBARUT.com – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dari Daerah Pemilihan Kalteng IV, Sirajul Rahman, S.Hut., M.I.Kom, menggelar reses perorangan di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Selasa, 14 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat PKS, Jalan Pesona Taman Rekreasi Muara Teweh, pukul 09.00-11.00 WIB itu mengangkat tema Kewirausahaan Berbasis Kerakyatan dan dirangkai dengan halal bihalal bersama para pemuda serta masyarakat.

Dalam pengantarnya, Sirajul Rahman menyampaikan bahwa forum reses tersebut tidak hanya menjadi ruang serap aspirasi, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi pasca-Idulfitri. Ia membuka kegiatan dengan ucapan, “Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim,” sambil mengajak seluruh peserta untuk saling memaafkan dan menjaga kebersamaan di tengah masyarakat.

Memasuki pokok pembahasan, Sirajul menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius. Ia mengatakan, penguatan ekonomi kerakyatan menjadi penting di tengah melemahnya daya beli masyarakat yang juga dipengaruhi dampak efisiensi anggaran pemerintah. “Oleh karena itu bagaimana kita menguatkan ekonomi masyarakat ini agar daya beli masyarakat itu tidak rendah,” kata Sirajul dalam penyampaiannya.

Menurut dia, tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat saat ini tidak semata-mata dipengaruhi kondisi lokal, tetapi juga dipicu dinamika internasional. Ia menyinggung dampak politik global, termasuk konflik antara Amerika, Iran, dan Israel, yang secara tidak langsung ikut memengaruhi perekonomian hingga ke daerah. Salah satu contohnya, adalah kenaikan harga plastik yang sempat dikeluhkan warga, terutama para ibu rumah tangga, karena bahan baku plastik yang diduga berkaitan dengan minyak mentah.

Sirajul menambahkan, naiknya beberapa bahan pokok, ikut memberi tekanan pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Ia menilai, jika kondisi ini terus terjadi, maka yang terdampak bukan hanya sektor ekonomi rumah tangga, tetapi juga stabilitas sosial di tengah masyarakat. Karena itu, ia menyebut persoalan seperti pencurian dan masalah sosial lainnya juga perlu dilihat sebagai bagian dari dampak ekonomi yang harus diatasi bersama.

Dalam forum reses itu, Sirajul juga menyinggung kecenderungan sebagian masyarakat yang beralih bekerja ke sektor pertambangan rakyat. hal tersebut juga menjadi bahan diskusi dalam kegiatan reses di sejumlah wilayah, termasuk saat dirinya menyerap aspirasi di Barito Selatan. Meski memberi peluang penghasilan dalam waktu cepat, ia menilai sektor tersebut belum tentu mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat dalam jangka panjang. “Kenyataannya kan sekarang masyarakat banyak beralih pekerjaannya ke pertambangan rakyat. Tentu ini sifatnya hanya sementara dan untuk jangka panjang tidak dapat menjamin peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong agar penguatan ekonomi masyarakat dilakukan melalui sektor-sektor yang lebih berkelanjutan. Ia menyebut pertanian, peternakan, dan perkebunan sebagai bidang yang harus terus diperkuat karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, yang juga menjadi prioritas pemerintah saat ini. “Kita ingin di bidang pertanian, peternakan, perkebunan ini termasuk ketahanan pangan yang juga diprioritaskan oleh pemerintah, agar masyarakat bisa beralih ke ketahanan pangan ini dan mereka kehidupannya bisa berubah menjadi lebih baik, lebih sejahtera,” tutur Sirajul.

Selain itu, Sirajul menegaskan pemerintah harus hadir dalam mendukung ekonomi kerakyatan, termasuk memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Menurut dia, UMKM merupakan salah satu penopang penting ekonomi warga dan perlu didukung secara nyata. Ia memastikan hasil diskusi dan usulan yang disampaikan masyarakat dalam reses itu akan dibawa dan diperjuangkan di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. “Nanti apa yang kita bahas hari ini, usulan dari masyarakat, akan kami perjuangkan di provinsi,” tegasnya.

Tak hanya membahas tema ekonomi kerakyatan, Sirajul juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang hadir untuk menyampaikan persoalan lain yang mereka hadapi. Ia mempersilakan warga mengusulkan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, hingga persoalan sosial lainnya. Bagi dia, reses perorangan harus menjadi wadah yang benar-benar bisa menampung kebutuhan riil masyarakat, bukan hanya agenda formal semata.

Dari berbagai aspirasi yang diterima, persoalan infrastruktur seperti jalan dan jembatan masih menjadi perhatian utama warga. Menurutnya, perbaikan infrastruktur sangat penting karena menjadi salah satu penopang pergerakan ekonomi masyarakat. Dengan akses jalan dan jembatan yang memadai, mobilitas warga akan lebih lancar, distribusi hasil usaha lebih mudah, dan aktivitas ekonomi masyarakat bisa berkembang lebih baik.

Selain infrastruktur, masyarakat juga menyampaikan harapan agar pemerintah memberi perhatian lebih serius terhadap pengembangan UMKM dan penciptaan lapangan kerja. Sirajul menilai, yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan hanya bantuan sesaat, tetapi program yang benar-benar mendorong kemandirian ekonomi warga. “Ibaratnya kita memberikan kail dan umpan, bukan hanya memberikan bantuan yang sifatnya sesaat, tapi bagaimana agar masyarakat ini bisa diberdayakan dan berdaya,” ungkapnya.

Di akhir penyampaiannya, Sirajul kembali menegaskan bahwa seluruh usulan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan di tingkat provinsi. Ia mengatakan, aspirasi tersebut nantinya akan dibawa dalam rapat paripurna dan dibahas lebih lanjut bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Ia juga berharap masyarakat dapat melengkapi usulan mereka dengan proposal agar memiliki dasar yang lebih kuat saat diperjuangkan. “Segala usulan akan kita perjuangkan di provinsi, nanti akan kita sampaikan di rapat paripurna, dan kita berharap juga ada permohonan dan usulan berupa proposalnya sehingga itu dijadikan dasar bagi kami untuk sama-sama membahasnya nanti di Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah,” katanya.

Melalui reses bertema kewirausahaan berbasis kerakyatan itu, Sirajul Rahman menegaskan pentingnya membangun ekonomi masyarakat, sekaligus memastikan setiap aspirasi warga mendapat ruang untuk diperjuangkan. Di tengah tantangan ekonomi yang kian terasa, ia berharap reses tidak hanya menjadi forum seremonial, tetapi benar-benar melahirkan langkah nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat khusunya di Barito Utara dan wilayah dapil Kalteng IV.