Menu

Mode Gelap
SMPN 1 Muara Teweh Buka PPDB Tahun Ajaran 2026/2027, Pendaftaran Gratis dan Bisa Dilakukan Online Sekda Barito Utara Hadiri Apel Karhutla, Pemkab Barito Utara Perkuat Sinergi Hadapi El Nino Godzilla Reses di Kota Muara Teweh, Anggota DPRD Kalteng Sirajul Rahman Bahas Kewirausahaan Berbasis Kerakyatan Bupati Barito Utara Percepat Operasional Koperasi Merah Putih, Target Kuatkan Ekonomi Desa Wakil Bupati Barito Utara Hadiri Ground Breaking Jembatan Garuda Kodam XXII/Tambun Bungai, Tegaskan Komitmen Pemerintah Barito Utara untuk Infrastruktur yang Merata Wakil Bupati Barito Utara Hadiri Pelantikan Direksi dan Komisaris Baru PT Mitra Batara Sarana Mandiri, Harap Tingkatkan Layanan BBM dan PAD

Pemkab Barut

Dinas Kesehatan Barito Utara Gelar Monev Program TBC 2025 Perkuat Layanan dan Upaya Eliminasi

badge-check


					Dinas Kesehatan Barito Utara Gelar Monev Program TBC 2025 Perkuat Layanan dan Upaya Eliminasi Perbesar

INFOBARUT.com – Muara Teweh, 02 Oktober 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Barito Utara melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Program Tuberkulosis (TBC) Tahun 2025. Kegiatan yang dipusatkan diikuti oleh seluruh pengelola program TBC dari RSUD, Puskesmas, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), serta klinik mandiri se-Kabupaten Barito Utara.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan rangkaian materi yang berfokus pada analisis dan situasi terkini program TBC di Kabupaten Barito Utara, praktik penggunaan aplikasi SITB (Sistem Informasi Tuberkulosis) untuk pencatatan dan pelaporan, pemaparan materi teknis terkait TBC, serta penguatan komitmen bersama menuju upaya eliminasi TBC di daerah.

Kegiatan monev ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (PSDK), Yessi Aria Puspita, SKM., M.Kes. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan mutu pelayanan Tuberkulosis, mulai dari upaya penemuan kasus hingga pengobatan yang tuntas bagi pasien.

“Selain itu, melakukan koordinasi antar faskes sebagai bentuk integrasi program yang berfokus pada pasien, mengevaluasi tatalaksana dan update program Tuberkulosis serta melakukan kegiatan monitoring terintegrasi program Tuberkulosis,” katanya.

Yessi Aria Puspita juga menerangkan bahwa Indonesia sebagai salah satu negara dengan beban TBC yang besar di dunia telah menyatakan Tuberkulosis sebagai kedaruratan kesehatan nasional. Di samping itu, masih terdapat berbagai tantangan yang harus menjadi perhatian, antara lain meningkatnya kasus TBC-MDR, TBC-HIV, TBC dengan DM, TBC pada anak, dan kelompok masyarakat rentan lainnya.

“Hal ini memacu pengendalian TBC nasional terus melakukan intensifikasi, akselerasi, ekstensifikasi dan inovasi program. Salah satu komitmen yang dilakukan Indonesia adalah mengembangkan peta jalan (Road Map) untuk mencapai tujuan eliminasi Tuberkulosis di tahun 2030,” tutupnya.

Melalui kegiatan monev ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat layanan Tuberkulosis di seluruh fasilitas kesehatan, sekaligus memastikan pelaksanaan program berjalan terarah, terukur, dan selaras dengan target eliminasi TBC yang telah ditetapkan secara nasional.

Trending di Pemkab Barut