TRENDING

Kadis Disbudparpora Barito Utara Tinjau Jangkar Kuno Temuan di Sungai Barito

3 menit membaca
Info Barut
Disbudparpora, OPD Barut - 22 Agu 2026

INFOBARUT.com – Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Barito Utara, Pariadi AR, SKM, mendampingi perwakilan Kementerian Kebudayaan RI dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah meninjau jangkar kuno yang ditemukan oleh anggota pengamanan Airud BKO Polda Kalteng dan Tim Security A5 di kawasan Sungai Barito, Sabtu (22/8/2026).

Anggota pengamanan Airud BKO Polda Kalteng dan Tim Security A5 menemukan jangkar itu secara tidak sengaja pada 9 Agustus 2026. Jangkar tersebut memiliki panjang 178 sentimeter dan lebar 110 sentimeter. Bentuknya mengarah pada jenis jangkar Admiralty yang lazim digunakan kapal-kapal Eropa abad ke-19.

Lokasi penemuan berada di dasar Sungai Barito, tepat di bawah Polres Barito Utara. Kawasan itu dulunya merupakan kompleks markas atau tangsi tentara Belanda pada 1891. Oleh karena itu, jangkar ini berpotensi menjadi bagian dari peninggalan kapal Belanda di Muara Teweh.

Dalam kunjungan itu, Pariadi AR mendampingi Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Kalimantan Tengah, Iwan Setiawan Bimas, S.S., M.M. Kepala Bidang Sejarah dan Pelestarian Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng, Maria Doya Aden, A.Par., M.Si., Para tokoh pemuda dan tokoh budaya turut serta dalam peninjauan tersebut. Mereka bersama-sama mengamati kondisi jangkar dan mengumpulkan data awal.

Anggota kepolisian, Panji K, menuturkan kronologi penemuan jangkar itu. “Yang pertama kali menemukan adalah Anggota pengamanan Airud BKO Polda Kalteng beserta Tim Security A5. Setelah ditemukan, jangkar itu kami amankan sampai menunggu tim ahli datang untuk memeriksa,” ujarnya.

Menurut Panji, perlu dua regu untuk mengangkat jangkar dari dasar sungai. Hal itu menandakan ukuran dan bobot jangkar cukup besar. Hingga kini, jangkar masih berada di lokasi penemuan sambil menunggu proses lebih lanjut.

Sementara itu, Pariadi AR menyampaikan langkah dinas ke depan. “Ke depan kami akan menyurati tim ahli untuk memeriksa spesifikasi jangkar, apakah termasuk cagar budaya dan berapa usianya. Nanti akan kami cek atau periksa. Mudah-mudahan secepatnya kami mengetahui usia dan jenis jangkar tersebut,” ujar Pariadi AR.  

Lebih lanjut, ia menjelaskan pentingnya titik penemuan jangkar. Kawasan Polres Barito Utara menyimpan nilai sejarah yang kuat. Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk proses identifikasi dan perlindungan.

Sementara itu, Kepala BPK Wilayah Kalimantan Tengah, Iwan Setiawan Bimas, memberikan pandangan awal. “Jika dilihat sekilas, bahannya memang bahan lama. Tapi kalau mau tepatnya itu memang harus cek lab. Nanti mungkin akan diambil sampel dan akan dilakukan pengecekan,” ujarnya.

Kemudian, Pariadi AR menambahkan bahwa Disbudparpora Barito Utara segera menindaklanjuti temuan ini. Ia berharap hasil uji laboratorium segera keluar sehingga usia dan jenis jangkar dapat diketahui secara pasti.

Dengan demikian, temuan jangkar kuno ini membuka peluang penting bagi kajian sejarah Barito Utara. Pemerintah daerah melalui Disbudparpora berkomitmen menindaklanjuti temuan tersebut secara profesional.

Bagikan Disalin