INFOBARUT.com – Jakarta, Minggu (8/2/2026). Tentara Nasional Indonesia (TNI) tercatat sebagai lembaga negara dengan tingkat kepercayaan publik paling tinggi berdasarkan hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia. Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berada pada posisi paling rendah dalam daftar kepercayaan publik.
Hasil survei tersebut dipaparkan oleh Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers daring yang digelar pada Minggu (8/2/2026).
Burhanuddin menyampaikan bahwa tingkat kepercayaan terhadap TNI mencapai 93 persen, yang merupakan akumulasi dari responden yang menyatakan sangat percaya maupun cukup percaya.
“Kalau dari data ini, yang paling tinggi tingkat kepercayaan-nya itu adalah TNI ya. Jadi ada total 93 persen yang sangat percaya atau cukup percaya terhadap TNI,” ujar Burhanuddin.
Rincian data menunjukkan, sebanyak 15 persen responden menyatakan sangat percaya, sedangkan 78 persen menyatakan cukup percaya. Di sisi lain, terdapat 5 persen responden yang mengaku kurang percaya, 1 persen tidak percaya sama sekali, serta 1 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Meski tetap berada di atas 90 persen, Burhanuddin mencatat bahwa angka kepercayaan terhadap TNI mengalami penurunan dibanding survei sebelumnya. Ia menyebut, pada survei terdahulu, tingkat kepercayaan terhadap TNI pernah berada di atas 95 persen.
“Sebenarnya agak sedikit turunnya kepercayaan terhadap TNI ini, meskipun masih di atas 90 persen. Kita pernah survei terhadap TNI di atas 95 persen,” kata dia.
Menurut Burhanuddin, penurunan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi seiring dengan semakin luasnya keterlibatan TNI di luar urusan pertahanan. “Mungkin perlu dievaluasi ya berkaitan dengan indikasi TNI yang perannya makin luas ya, bukan hanya di luar masalah pertahanan. Sudah ada indikasi TNI masuk ke MBG, masuk ke Koperasi Merah Putih, dan seterusnya,” ujar Burhanuddin.
Ia menambahkan, perluasan peran TNI pada bidang non-pertahanan berpotensi meningkatkan intensitas interaksi dengan masyarakat, sekaligus membuka kemungkinan munculnya gesekan. “Semakin TNI ikut terlibat urusan non-pertahanan, kemungkinan berinteraksi dengan masyarakat semakin besar dan kemungkinan munculnya gesekan juga semakin meningkat,” ucap dia.
Dalam survei yang sama, lembaga presiden menempati posisi kedua tingkat kepercayaan publik dengan total 91 persen, yang terdiri dari 15 persen responden sangat percaya dan 76 persen cukup percaya.
