INFOBARUT.com – Muara Teweh, 24 November 2025 Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Tim Penyusun RPJMD menghadiri rapat pembahasan sekaligus penyepakatan Rancangan Awal RPJMD Tahun 2025–2029 yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Barito Utara.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah dipimpin oleh Asisten II Setda Barito Utara, B.P. Girsang, S.P. Rapat tersebut menjadi tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dalam rangka memperkuat kualitas substansi dokumen perencanaan jangka menengah daerah.
Rapat dibuka oleh Wakil Ketua II DPRD Barito Utara, Henny Rosgiaty Rusli, S.P., M.M., yang menekankan pentingnya penyelarasan antara visi pembangunan daerah dengan aspirasi masyarakat. Dalam forum tersebut, DPRD dan perwakilan pemerintah daerah saling memberikan masukan terkait penyempurnaan indikator dan sasaran pembangunan.
Pada kesempatan itu, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Barito Utara, Edi Kusuma Jaya, memaparkan komponen utama Rancangan Awal RPJMD, termasuk integrasi visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati yang telah dituangkan dalam Bab V, tujuh misi pembangunan, serta 11 program unggulan kepala daerah. Seluruhnya kemudian dipadukan dengan isu-isu strategis untuk menyusun arah kebijakan lima tahunan yang terukur dan realistis.
Asisten II Setda Barito Utara B.P. Girsang dalam rapat tersebut menekankan pentingnya penyusunan RPJMD sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah.
“RPJMD ini harus benar-benar menggambarkan kebutuhan daerah dan menjadi pedoman kerja seluruh perangkat daerah, sehingga pelaksanaan pembangunan berjalan lebih terarah dan berdampak bagi masyarakat,” ungkapnya.
Diskusi antara DPRD dan pemerintah daerah berlangsung konstruktif, membahas penajaman isu strategis, penyempurnaan target kinerja, serta analisis kebutuhan masyarakat yang berkembang.
Pemkab Barito Utara berharap penyusunan RPJMD 2025–2029 dapat berjalan optimal dan menghasilkan dokumen perencanaan yang responsif, komprehensif, serta mampu menjawab tantangan pembangunan daerah lima tahun mendatang.
