Muara Teweh, 20 Agustus 2025 – Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-52 Tingkat Kabupaten Barito Utara resmi dibuka dengan meriah di Arena Terbuka Batara Tiara, Muara Teweh, Selasa malam. Ajang syiar Islam terbesar di Barito Utara ini diikuti oleh 631 peserta dari sembilan kecamatan.

Pembukaan MTQH berlangsung semarak dengan penampilan drum band Harmonika MTsN 1, defile kafilah dari 9 kecamatan, serta tarian kolosal Sanggar Balanga Karuhei Tatau. Suasana semakin khidmat saat lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh Muhammad Nazmi Alvaro, juara I MTQ Internasional Al-Almeed di Qatar 2025.

Hadir dalam acara ini Pj. Bupati Barito Utara, Indra Gunawan, didampingi Ketua TP PKK, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Agama, pimpinan perangkat daerah, Ketua Pengadilan Agama, para camat, ormas Islam, kontingen kafilah, insan media, dan masyarakat.

Dalam laporannya, Ketua Panitia H. Fery Kusmiadi, S.E., M.M. menyampaikan bahwa MTQH ke-52 akan berlangsung selama enam hari, mulai 19–24 Agustus 2025. Sejumlah lokasi dijadikan arena perlombaan, di antaranya:

  • Arena Terbuka Batara Tiara

  • Gedung Balai Antang

  • Aula SMPN 1

  • Aula Disiptaka

  • Aula Dinas Kesehatan

  • Aula Dinas PUPR

  • Aula DLH

  • Aula Disbudpora

  • Aula Kecamatan Teweh Tengah

  • Gedung LPTQ

Cabang yang dilombakan meliputi tilawah, tahfidz, syarh, fahm, qira’at, khat, hingga penulisan makalah Al-Qur’an, yang diikuti oleh seluruh kafilah dari sembilan kecamatan di Barito Utara.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, H. Arbaja, S.Ag., M.A.P., menegaskan bahwa MTQH bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi sarana memperkuat kecintaan umat kepada Al-Qur’an.

“Malam ini adalah momen yang membanggakan bagi kita semua. Al-Qur’an merupakan pedoman yang Allah turunkan sebagai sarana komunikasi dengan hamba-Nya. InsyaAllah, melalui MTQH Barito Utara ini, semangat kita untuk mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an semakin kuat,” tuturnya.

Dengan dibukanya MTQH ke-52, masyarakat Barito Utara diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mengambil hikmah dari syiar Islam ini demi memperkokoh iman dan mempererat ukhuwah.