INFOBARUT.com – Sebuah prediksi simbolis yang populer dikenal sebagai “Jam Kiamat” kembali menjadi sorotan global. Hal ini menyusul pembaruan posisi indikator tersebut untuk tahun 2026 oleh sejumlah institusi ilmiah, yang mengindikasikan pergeseran waktu lebih dekat ke “tengah malam”.

Konsep Jam Kiamat bukanlah sebuah jam fisik, melainkan metafora yang diciptakan oleh Bulletin of the Atomic Scientists. Tujuannya adalah untuk merepresentasikan seberapa dekat umat manusia berada di ambang kehancuran dunia yang dipicu oleh ancaman seperti perang nuklir, dampak krisis iklim, serta risiko eksistensial lainnya.

Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1947, penanda ini telah mengalami penyesuaian berulang kali, mencerminkan perubahan lanskap global. Semakin dekat jarum jam ini bergerak ke arah tengah malam, semakin tinggi pula tingkat kekhawatiran yang diutarakan oleh komunitas ilmiah mengenai stabilitas dunia.

Dalam pembaruan terbarunya untuk tahun 2026, Jam Kiamat disesuaikan ke posisi yang lebih dekat ke tengah malam dibandingkan periode sebelumnya. Keputusan ini diambil setelah mengkaji berbagai faktor global, termasuk ketegangan geopolitik yang meningkat, percepatan perubahan iklim, serta munculnya risiko dari teknologi baru seperti kecerdasan buatan dan ancaman dari rekayasa biologi.

Para pakar yang bertanggung jawab dalam menentukan posisi Jam Kiamat menekankan bahwa pergeseran ini menggarisbawahi kecemasan komunitas ilmiah terkait tren ketidakpastian global. “Perubahan posisi jarum bukan merupakan prediksi pasti, melainkan sebuah penanda tingkat risiko yang kita hadapi secara kolektif,” jelas salah seorang anggota panel ilmuwan yang menganalisis indikator tersebut.

Penetapan terbaru ini juga mempertimbangkan evolusi hubungan internasional saat ini, mencakup persaingan senjata strategis, konflik regional yang terus berlanjut, serta efek jangka panjang dari emisi gas rumah kaca yang terus meningkat meskipun berbagai negara telah berupaya melakukan mitigasi.

Para pengamat sosial dan analis kebijakan publik berpendapat bahwa meskipun Jam Kiamat bersifat metaforis, perubahannya dapat berfungsi sebagai sarana penting untuk meningkatkan kesadaran publik dan para pembuat kebijakan akan urgensi kolaborasi internasional dalam menghadapi tantangan global.

Bagi masyarakat umum, perubahan posisi Jam Kiamat ini sebaiknya dilihat sebagai pengingat bahwa keputusan kolektif mengenai isu-isu krusial seperti perdamaian dunia, pelestarian lingkungan, dan keamanan teknologi memiliki potensi dampak signifikan terhadap masa depan bersama.