INFOBARUT.COM, MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga menggelar Lomba Bagasing sebagai salah satu cabang dalam rangkaian Festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan 2025. Perlombaan tradisional ini dilaksanakan di arena terbuka Tiara Batara Muara Teweh dan diikuti khusus oleh perwakilan dari 9 kecamatan se-Kabupaten Barito Utara.

Bagasing atau habayang merupakan permainan tradisional khas masyarakat Dayak yang diwariskan turun-temurun. Permainan ini menggunakan gasing yang dibuat dari kayu keras dengan bentuk kerucut sebagai tumpuan untuk berputar. Dalam praktiknya, terdapat dua jenis perlombaan bagasing: adu kekuatan (batikam), di mana gasing saling berbenturan hingga pecah atau terlempar keluar arena, serta adu ketahanan, yakni menentukan gasing siapa yang paling lama berputar.
Lomba bagasing bukan sekadar permainan, tetapi juga sarana melestarikan budaya dan mempererat kebersamaan masyarakat. Tradisi ini dulunya sering dimainkan pada saat acara adat, panen, atau perayaan masyarakat pedalaman, dan kini dihidupkan kembali melalui festival budaya.

Pelaksanaan lomba bagasing di Festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan 2025 menambah semarak suasana sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat permainan tradisional leluhur. Kehadiran perwakilan dari seluruh kecamatan menjadi bukti nyata semangat pelestarian budaya di Kabupaten Barito Utara.
Dengan adanya lomba ini, Pemerintah Kabupaten Barito Utara menegaskan komitmennya menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah arus modernisasi. Bagasing bukan hanya permainan, melainkan identitas kultural yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

